Jumat, 01 Maret 2013

puisiku terbit Harian Waspada, 10 februari 2013

1.Kita, aku dan Kamu Oleh: Widari Putri Hasnita Genggam erat tangan ini Kita bersama, mengarungi luas samudra Menerjang ombak badai Kita, Aku dan kamu Sehangat sinar mentari jalinan ini, Kita, aku dan kamu Bagai langit yang berbintang Indah sebuah persahabatan kita, aku dan kamu 2.Sepucuk surat Satu demi satu kutuliskan Hamparan kata yang kutujukan padamu Menari jari-jari ini Menuliskan sepucuk surat untukmu Sahabatku, ingatkah kau akan diriku? Disini aku merindukanmu Bagai malam tanpa bintang hariku tanpamu

Kamis, 07 Februari 2013

Mistake part 2

hai hai,,,, aku bawa lanjutan yang ke 2 nih masih ingetkan? ini CERBUNG VERSI CAKSHILL loh. Seolah tak perduli, cakka memainkan rambutnya sendiri. tak jauh dibelakang via, tiga orang cowok melangkah dengan gaya yang cool abis. sivia membalikkan badannya. wajahnya menegang kala menatap salah satu diantara tiga cowok itu. " morning gays" sapa gabriel yang sontak membuat sivia tak bisa bernapas. " morning" jawab cakka. Ketiga laki-laki itu kini tepat berada dihadapan via dan shilla. Mensejejerkan tubuh mereka dengan cakka. " hai manis" sapa Rio kepada shilla dan via. Bukannya menjawab, shilla malah menatap sengit kawanan sengak bin sableng itu. " vi, kekelas yuk. bisa gila nih gue lama-lama disini. apalagi deket-deket sama dia. ihhh,,, ogah banget gue." cibir shilla sambil menatap cakka. " lo yakin gak mau deket-deket gue, shilla sayang?" ucap cakka dengan gaya stay coolnya. " yah" "really?" " of course" Tanpa menunggu, shilla langsung menarik paksa tangan via. Namun, pergelangan tangan via yang satunya lagi ditahan oleh iel. saat menoleh, spontan tubuh via menegang. napasnya seperti berhenti. Semburat merah pun terlukis diwajah via. " vi, kalau lo kesemsem sama tuh cowok, gak usah gitu juga dong. udah kayak kepiting rebus tahu gak sih muka lo" shilla berbisik ketelinga via. Via langsung menegakkan tubuhnya. Namun yang ia dapati saat begitu adalah dua buah manik hitam milik gabriel. "oh God, he is so cute" puji via dalam hati. Cakka menatap wajah shilla. senyum penuh pesona mulai ia tebarkan kepada gadis itu. " apal lo liat-liat? gue tusuk buta lo" ucap shilla ketus. Bukannya ketakutan, cakka malah berjalan mendekat kearah shilla. Sekali lagi dengan gaya stay cool yang dia punya. sedabgkan dua cowok lainnya, Mario dan Alvin hanya menggeleng pelan melihat tingkah kedua sahabatnya. " apa lo cowok sableng? sana lo" bentak shilla. "jangan galak-galak dong shilla sayang." ucap cakka sambil memilin rambut shilla yang berhasil diraihnya. " isshh,,, lepasin rambut gue. Entar klareatan lagi." seru shilla sambiul membenarkan r4ambutnya yang dipilin cakka. Cakka mengambil rambut shilla lagi. " rambut lo wangi. Gue suka. So perfect Baby" Setelahnya, cakka menghembus lembut juntaian imdah rambut shilla. " wooiii,,,, masyaAllah. Masih pagi ini. Jangan buat mesum dong" Ucap zahra, sahabat via dan shilla yang baru datang. Zahra menatap wajah oriental laki-laki keturunan chines disebelah rio. Lalu mulai mengum,bar senyum tipis. Alvin, laki-laki yang dimaksud, juga membalas senyum tipis zahra. Dengan rambut zahra yang tergerai, membuat Alvin ingin mengikatnya menjadi satu. " wadohh,,, negens gue. Berasa nyamuk, sumpah" sindir rio yang hanya celingukan melihat tingkah ketiga sahabatnya itu. Merasa rio meyindir mereka, Alvin, Cakka dan Ielhanya garuk-garuk tengkuk gak jelas sambil melirik wanita yang mereka sukai. " adoohh,,, ayo gays keklas." ucap shilla menarik tangan via dan zahra. Lalu memeletkan lidahnya kearah cakka dan teman-temannya. " bye cowok sableng." Cakka tertawa tipis yang juga diikuti oleh ketiga sahabatnya. Mereka sama- sama menatap punggung ketiga gadis itu yang lamat-lamat menghilang disebuah ruang. " sumpah lo kka. bener-bener lo" seru Alvin tertawa. " dia itu masih kelas satu. jangan sampek dia pindah gara-gara gak betah lo jahilin terus" timpal iel. " gak kebayang gimana shilla kalau lo jadir pacarnya." seru ruio asal. " lo semua tenang aja. awalnya sih kayak gini, tapi lihat entar akhirnya." seru cakka tenang. Alvin, rio dan iel hanya cekikikan gak karuan. lalu mereka sama-sama melangkah menuju kelas mereka. ************************** " lo kenapa sih shill gak coba damai aja sama kak cakka." seru zahra menasehati shilla saat mereka sama-sama duduk dikoridor depan kelas mereka. Shilla menggeleng kuat mendengar penuturan zahra sambil menyeruput minuman dingin yang tergenggam ditangan kananya sambil mengedarkan pandangan kearah lapangan sekolah. lalu ia menghela napas panjang. " kalau lo damai sama cakka aksese gue buat deket kjak iel kan lebih luas shill" sungut via. " pokoknya nih ya, gue gak mau damai sama cowok sableng kayak dia" seru shilla kekeh. Via dan zahra menghela napas panjang. sifat shilla yang keras kepala memang paling susah untuk dinasehati. Mau tak mau mereka harus rela memndam khyal untuk bersama cowok impian mereka, yaitu alvin dan iel. Suara bariton dari mikrofon sekolah terdengar menggema seantero sekolah. membuat zahra, via dan shilla yang sedari tadi asyik berdebat juga ikut mendengarkannya. pengumuman yang ternyata tertuju untuk semua anggota osis itu, membngharuskan para anggota osis untuk datang ke aula untuk membahas suatu rapat. via, zahra dan shilla yang juga merupaka anggota osisi harus datang ketempat yang sudah ditentukan. " ayo shill" ajak via. " eh,,, l;o berdua duluan aja ya. gue mau ketoilet dulu. gue kebelet nih." Tanpa menunggu shilla langsung ngacir ketoilet yang rutenya berbeda dengan rute aula. saat ditengan perjalanan, shilla bertemu dengan cakka dan kawan-kawannya. " lo mau kemana sayang? rapat udah mau dimulai" cakka menggenggam tangan shilla dan mengerlingkan matanya jahil. " adoh, lo awas deh. gue kebelet nih" " kalo lo mau ketoilet cepetan shill. soalnya entar kalau lo terlambat dateng ke rapat lo bisa dihikum." rio memberitahu. " iya. ya udah lepasin dong tangan gue. keburu gue ngompol disini" sungut shilla. Cakka yang mendengar itu malah tertawa ngakak. dia sibuk membayangkan kalau shilla benar-benar ngompol disini. setelah cakka melepaskan cengkeramannya, shilla buru-buru lari ketoilet. " ya elah, pakek penuh lagi. wooii cepetan dong, keburu keluar nih. shilla menyilangkan kakinya menahan rasa kebeletnya. Satu pintu terbu7kia, dan shilla segera masuk lalu membanting pintu kamar mandi dengan keras. " huaahh,,, akhirnya" ucap shilla sumringah Ia menatap jam biru toscha yang melingkar indah dipergelangan tangan kirinya. lalu menepuk jidadanya dengan refleks. selanjutnya shilla mencibir. ia baru ingat kalau ada rapat osisi yanag harus dia hadiri. dengan secepat kilat, shilla ngacir menuju aula tempat seluruh anggota osis telah berkumpul. sembari berlarti, shilla melirik jam ditanganya. NApasnya tersenggal-senggal. Ia menundukkan tubuhnya untuk mengumpulkan udara sebelum memasuki aula. " maaf saya terlambat" ucap shilla diambang pintu. " sesuai dengan pearturan yang sudah dibuat sebelumnya, yang terlambat harus dihukum" seru kiki sang ketua osis dengan tegas. Shilla pun melangkah menuju kotak dimana ia harus mengambil hukuman yang telah disediakan untuk semua anggota osis yang terlambat. setelah kertas itu berada dalam genggamannya, shilla mulai membuka gulungan kertas itu perlahan. Betapa kagetnya shilla saat mengetahui kalimat yang tertulis diatas kertas yang digenggamnya dengan erat. " alamak, mati gue" rutuk shilla dalam hati. " ya shilla, apa hukumanya?" tanya kiki lagi. Dengan ekspresi tak bisa terbaca, shilla membacakan hukuman yang tertulis dikertas itu. Shilkla terdiam sebentar sebelum akhirnya membacakannya. " hukumannya,,,," " apa?" tanya cakka ingin tahu. " hhh,,,, goyang itik" shilla berucap pasrah. " goyang itik? via dan zahra saling bertukar pandang tak percaya. Cakka tersenyum geli saat mendengar kalimat itu. membayangkan shilla bergoyang seperti itu saja sudah hampir membuatnya tertawa lebar. Ide untuk menjahili shilla pun muncul dibenaknya. " ayo dong shill dimulai" seru cakka memancing Tatapan membunuh pun dihantarkan shilla untuk cakka. Namun kali ini ia tak bisa berbuat banyak. sekali hukuman, ya tetap saja hukuman. DEngan ragu, shilla mulai memperagakan goyang itik sambil bersenandung lagu satu jam saja milik zaskia. Tawa lepas seluruh anak-anak memenuhi ruangan. Baru kali ini, mereka melihat shilla, THE MOST BEAUTIFUL disekaolah mereka memperagakan goyangan seperti itu. Bahkan ada dari mereka sampai mengeluarkan air mata gara-gara menertawakan shilla. " aihh shill, lo bener-bener cocok deh kalau jadi zaskita dua" seru Ray yang sontak menciptakan tawa membahana untuk yang kedua kalinya. dengan hati dongkol, shilla melangkah menuju kursi disebelah via dan zahra. " sabar ya shill" seru via dan zahra yang sebenarnya menahan tawa akibata atraksi shilla tadi. "udah deh, gue malu" seru shilla sam,bil menutup wajahnya dengan telapak tangannya.

Kamis, 31 Januari 2013

MISTAKE

HAI HAI. AKU BAWA CERBUNG VERSI CAKSHILL INI. BACA YA GAYS. I HOPE YOU LIKE. " ya Allah, semoga gak ketemu tuh orang. Gue mohon ya Allah" GAdis itu berjalan memasuki gerbang sekolah sambiul mulitnya yang terus berkomat-kamit tak karuan. IA menatap sekeliling halaman depan sekolah. Masih sepi. TApi memang ini semua rencana. KAlau ia datang pagi begini, ia takkan dicegat oleh sekumpulan cowok_cowok sengak bin tengil. Sebelumnya, gadisyang akrab disapa Shilla itu menghela napas lega sembari mengelus dadanya. KEmudian ia menggerakkan kakinya untuk melangkah menuju kelasnya. Sembari melangkah, ia bersenandung ria dengan langkah yang sedikit ia buat seperti melompat. Rambut lurusnya yang sengaja dibentuknya agar sedikit bergelombang ikut menari seoiring dengan langkah kakinya. JEpit rambut berbentuk fuscia menghiasi rambut hitamnya yang tebal. Shilla menghentikan langkahnya sejenak. Tatatpannya lurus menatap kelas diujung koridor. Kelasnya masih tertutup rapat. " huh, berarti tuh orang belum datang, syukurlah." Shilla mengelus dada. Senyum sumringah tercipta dengan indah dibibir mungilnya. MAta cokelatnya dengan bulu matanya yang lentik tampak berbinar. "gue bebas" Shilla membalikkan tubuhnya. Tahu-tahu, ia menabrak dada bidang yang ia sendiri tak tahu itu milik siapa. harum parfum maskulin membuat shialla menarik napas dalam-dalam sembari menutup matanya. " hmm,, harum. KAyak parfum......" Shilla tersadar. MAtanya terbelalak seketika kala ia menyadari siapa orang dihadapannya. "oh my god" " pagi manis" LAki-laki dihadapan Shilla mencolek dagunya jahil. Dengan senyum maut yang ia miliki, ia menatap mata cokelat milik shilla. " masyaallah. mimpi buruk" rutuk shilla dalam hati. " lo ngapan natap kelas gue? mau nyari gue ya?" laki-laki itu berucap dengan nada menggoda sambil terus menatap mata cokelat shilla. " helloww,,, cakka. gak usah PEDE. Siapa juga yang nyariin cowok sableng kayak lo." Shilla mencibir sambil membalas tajam tatapan cakka. "wow, jangan marah-marah dong, sayang" Ckka berbicara dengan nada santai namun terkesan cool. " entar kalau lo marah-marah cantik lo hilang." ucap cakka berbisik, mendekatkan wajahnya ketelinga shilla lalu beralih mencium rambut shilla yang harum melon. Shilla meneguk ludah. Tak pernah ia berjarak sedekat ini dengan seorang pria. Tengkuknya mendadak merinding saat cakka berbisik kepadanya. " minggir lo. Gue mau lewat" ucap shialla ketus, mencoba mendorong tubuh cakka dari hadapannya. Namun bukannya menjauh, cakka malah berjalan semakin mendekatinya yang sontak membuat shilla melangkah mundur. " lo..." Langkah shialla terhenti karena tubuhnya yang sudah menempel kedinding. Cakka tersenyum cool penuh arti kepada shilla. Tangan kananya ia tempelkan kedinding sebelah kepala shilla. Sedang tangan kirinya mengelus lembut wajah shilla. " kka, lo mau ngapain gue?" ucap shilla panik karena tingkah cakka. Cakka terus mengelus wajah shilla sambil menatap tajam bibir gadis itu dan membuat shilla ngeri sendiri dibuatnya. "help me" ucap shilla dalam hati. Shilla memejamkan matanya dengan kepala tertunduk. Merasa suasana mendukungnya, cakka menaikkan dagu shilla dan mendekatkan wajahnya kewajah shilla. Tak sampai satu menit, hidung mereks sudah beradu. Napas shialla terdengar menderu. Lagi, cakka tersenyum penuh kemenangan. "hahahahah" tawa cakka dalam hati. DAn...... " lo gak usah takut, gue gak akan nyentuh lo sebelum waktunya kok. sayang." bukannya mendaratkan ciuman, cakka malah berbisik ketelinga shilla dan meniupnya. Shilla langsung membuka mata. lalu mengelus dadanya dan menghela napas lega. " shilla..." seruan seorang gadis membuat shila memalingkan wajahnya yang juga diikuti oleh cakka. "huahh,,, via" shilla berlari kearah via. Via memicingkan matanya, heran. Namun keheranan itu berubah menjadi sebuah kemakluman. " pasti karena kak cakka lagi kan?" seru via.

TO BE CONTINOUD

Rabu, 09 Januari 2013

Nasihat Orang TUa

nasihat orang tua oleh Widari Putri Hasnita pada 4 Januari 2013 pukul 22:24 · "jangan" kata itu selalu saja keluar dari mulut ayah dan mamakku. Kata itu akan mereka keluarkan jika mereka anggap hal itu berbahaya untukku, dan juga kedua adikku. "abis tamat ini, kakak mau kemana?" tanya ayah saat sedang berkumpul diruang keluarga. "ya, gak tahu. Orang kuliah atau gak aja aku gak tahu." "pokoknya, kalau udah tamat jangan dirumah. Pinomat pigi ntah nyari kerja apapun itu. Minimal kau bisa cari uang untuk makanmu sendiri." "ih, cari kerja dimana? Orang masih 16 tahun." " ya dimana aja. Kak, hidup ini makin lama makin ketat persaingannya. Nanti kalau udah dapet gajih kerja, uangnya tabungin. Jangan hura-hura. Itu gak penting." aku hanya manggut-manggut. "jangan kayak orang-orang kebanyakan, abis sekolah langsung nikah. Udah gitu nikah tinggalnya dirumah bapaknya. Mending bapaknya kaya. Lah ini wes bapake ora kerjo, ditumpangi mene kambek cucune, yo wes mati sui-sui mengko" cengiran polos pun mulai ku sunggingkan. "nanti kalau cari suami yang betol, jangan asal ganteng aja langsung mau nikah. Ujung-ujungnya tinggale nang omah bapake juga." "ish apalah ayah. Orang belum mau nikah." "ya itu kan saran ayah." "wes, besok mamak gak kerja, bisa bangun siang." ucapku girang. "kok enak eram. Anak gadis kalok bangun gak boleh lama-lama." mamak menyahut. "ish mamaklah. Sekali-sekali. Kawanku aja kalau cerita kalau libur bangunnya jam 8, jam 9, jam 10. Aku jam setengah 7 aja udah dibengoki." "ya udah sana ikut kawanmu aja." ayah menimpali. "ishh kan." "kau itu udah besar. Udah mau nikah, belajarlah mandiri. Waktu itu berjalan terus, jangan sia-siakan waktu. Karena waktu yang kau sia-siakan itu bisa kau gunakan untuk melakukan banyak hal." " ayah inilah ceramah aja." adik ikut-ikutan. "loh, biar kalian tahu. Hidup ini gak gampang. Ayah gak mau anak ayah nanti sama kayak ayah. Cuma gini-gini aja. Jadilah kalian orang yang berhasil. Ayah sama mamak cuma mendoakan yang terbaik. Selebihnya, itu dari kalian sendiri. Buktikan, kalau anak-anak ayah ini bisa." " iya ayah." yah, begitulah ayahku. Walau begitu, dia ayah kebanggaanku. Banyak hal yang ia berikan untukku. Mamakku juga. Hah, bahagia punya mereka. Satu yang aku tahu, mamak sama ayah hanya ingin aku dan adik-adikku bahagia. Simple saja keinginan orang tua itu. Tinggal anak-anaknya saja yang harus pandai menanggapinya. Ayah dan mamak, aku sayang kalian. Aku tresno sliramu, mal, ayah. :) ;)

shilla dan siapapun itu

kenapa? Dia begini kalian bash. Dia begitu kalian bash. Heuuhh sebelumnya, ada yang bertanya siapa yang dimaksud dengan DIA? Dia itu Ashilla zahrantiara. Fakta pertama, aku akui dia emang sering galau, tapi itu DULu mbak-mbak dan mas-mas. Fakta kedua dia itu frontal, artinya dia itu ngungkapin segala hal yang dia rasain. Gak ada yang tersimpan. Berarti dia apa adannya. Tidak berusaha menutupi segala hal yang baik itu kelemahannya dia atau pun kelebihannya. Fakta ketiga, kalian bilang dia gak perfect? Hina? Atau apa lah itu. Mbak dan mas-mas, kebenaran secara harfiah di dunia ini, manusia gak ada yang SEMPURNA. Hatersnya pada bersyukur dia fix dari BLINK. kenyataannya Shivers malah lebih bersyukur. Sebab dengan begitu, dia gak akan makan hati untuk yang kesekian kalinya. Fakta selanjutnya, dia itu gampang berbaur, anaknya lawak. Dia rendah diri? Hmmm yang benar dia itu apa adanya. Ada yang bilang dia lebay? Bukan lebay, tapi memang begitulah dia. Kalian marah dia dekat sama seorang pria entah siapapun itu, hello? Dia bisa begitu karena memang dia anaknya asyik. Selanjutnya, ini yang paling aku sesalkan untuk semua pihak. Takkah kalian tahu apa rasanya di hina dan dihina? Cukup saya tahu, dihina itu menyakitkan. "mampus kan lo gak ada cowok yang mau sama lo. Hina sih lo" kalimat ini aku temukan di TL mbash. Dia hanya merespon "takut :(". Hal yang paling parah adalah, kenapa kalian yang membencinya dan berusaha untuk selalu menyudutkannya? Mbak dan mas-mas sekalian, galau atau bahagian itu hak semua orang. Bahagia dan mencintai juga dicintai, juga hak semua orang. Hak untuk tenang, semua manusia memilikinya. Saya akui sekali lagi, ashilla tidak sepintar ify, sivia dan siapa saja itu. Tapi yang saya tahu sampai saat ini, hal yang paling saya ingin seperti dia adalah selalu dekat dengan mama walau apapun itu yang terjadi sama kita. Untuk yang kesekian kalinya, suasana akan hidup jika ada salah satu diantara beribu orang yang frontal dan nyablak. Karena orang yang frontal itu biasanya omongannya bisa mengundang tawa semua orang. Untuk semua teman shivers, berbahagialah karena shilla punya haters. Dengan begitu, kita akan tahu apa sisi yang dinilai salah oleh mereka. Dan dengan begitu, shilla akan bisa mengubahnya. Pintar bukanlah kunci seseorang berhasil. Tapi EQ ( emosional question) lah yang mempengaruhi itu. Pandai menempatkan diri, mudah-mudahan banyak yang suka. Mbak dan mas sekalian, apakah kalian tidak merasa sakit kalau kalian dibilang keturunan setan? Keluarga binatang? Wajah seperti monyet? Cewek gak bermoral? Wajah seperti trotoar? Aiihhh,,,,,, fakta selanjutnya kalimat ini sudah kalian gunakan untuk menghina seorang Ashilla. Namun responnya adalah dia hanya bisa mengucap terima kasih. Kalau pun dia membalas perkataan kalian, jangan salahkan dia. Karena dia punya batas kesabaran. Bersyukurlah kalian haters, yang mentionnya dibalas Ashilla. Shivers aja belum tentu di bales. Tapi yang namanya ngefans itu tidak ditakar dari sebuah MENTIONS. NGEFANS iru dibuktikan dengan kita yang selalu support idola kita. Untuk shivers, kompak dan berjayalah selalu. "anjing bergonggong, kafilah berlalu" biarkanlah para haters itu menghina, kita balas saja dengan senyuman. Betul tidak, shill? *lirikkeshilla. Doa untuk ashilla semoga ditahun 2013 menjadi tahun yang lebih baik. Bisa merubah diri, makin disayang fans dan semua orang, haters berkurang, dapat SAHABAT SEJATI, dan pangeran impian pastinya. Heuuuiii,,,,, gak ada saling menghina, hiduplah rukun sesama komunitas. Karena dengan begitu dunia akan damai sejahtera. *apabangetadahGAKNYAMBUNG hehehehehehe

Jumat, 23 November 2012

Love in seoul bag 2

Shilla pun melangkah sambil sesekali mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan rumah angel. “rapi sekali” pikirnya. “hmmm,,,,, Ngel, ini kamu semdiri yang membereskanya?” Tanya shilla. “iya. Oh iya, kamu mau minum apa? Tas kamu letakkan saja di kamar itu. Itu akan menjadi kamar mu selama kau disini” ucap angel sembari mempersiapkan minuman untuk tamunya itu. Dentingan antara [erpaduan mug dan sendok pun terdengar nyaring memenuhi ruangan. “mug coklat panas.” Seru Angel sambil sesekali memutarkan badannya. Dan hal itu langsung disambut dengan antusias oleh shilla. “mug coklat. Kamsahamid, agashi (terimakasih nona)” seru shilla sesaat setelah menerima mug dari Angel. “mug cuklat, hmmmm,,, mantap” seru angel dan shilla bersamaan sambil memperagakan gerakan mug coklat yang mereka ciptakan sendiri. Alih alih selanjutnya tawa membahana pun terdengar dari keduanya. Angel melirik pada jam di tangan kirinya sambil menyesap mug coklatnya. Sesaat setelahnya, matanya membulat, dan sesegera mungkin angel meletakkan mugnya. “Aku ada janji. Aku harus menjenguk temanku di rumah sakit. Ikut?” ajak Angel. “hmm,, boleh deh. Sekalian jalan-jalan.” Cengir shilla. “ Modus” Dua gadis itu pun melangkah beririgan. Shilla, gadis itu melangkah sembari membenarkan topi putihnya dan membiarkan rambut depannya tergerai indah menutupi sebagian dahinya. Dan Angel, ia melangkah memasuki bagasi mobilnya. “Let’s go sister” Inilah yang membuat shilla begitu dekat dengan sepupunya yang satu ini. Sikap cerianya yang juga sama dengan Shilla membuat Shilla terkadang terhanyut kedalam duani yang dibuatnya bersama Angel. Shilla’s & Angel world. Disini, Shilla akan menemukan hari lalunya seperti saat angel ada bersamanya, menghibur dan juga menemaninya. Deruman mesin mobil Angel terdengar sedikit kasar, mungkin karena belum mengganti pelumas mobilnya. Sesaat setelahnya, mobil yang semula terparkir dengan apik di dalam bagasi, kini telah melaju dengan pesat meninggalkan tempatnya. Di dalam mobil, shilla sibuk memilah-milah keeping-keping kaset kaset yabg terjejer di sekitar tempat duduknya. Tanannya berhenti memilah, saat terpegangnya kaset terbaru dari boy band favoritnya. “one’d? Tanpa meminta izin, Shilla memasukkan kaset itu kedalam dvd yang ada di mobil angel. Dan sesaat setelahnya terdengar suara petikan gitar. Dan shilla pun melantunkan kata demi kata dari lagu yang sudah benar-benar di hapalnya. I’ve tried playing it cool But when I’m looking at you I can’t never be brave Cause you make my heart race Angel yang mulai tergoda dengan lagu itu pun ikut bernyanyi. So get out get out get of the my head I fall in to my arms instead I don’t I don’t I don’t don’t know what it is But I need that one thing and You’ve got that one thing Suara itu terhenti, dan sekarang di gantikan oleh tepukan dari shilla dan Angel. “fantastic” “udah lama gak duet ya. Jadi kangen hahahahaha” ucap angel. “tapi masih tetap dong, suara ku yang paling keren” “yeee, suara ku dong. The sound of Angelica pieters” sambung angel sembari menyenggol lembut lengan shilla. “whatever” Alih-alih selesai bernyanyi, tak seberapa lama setelahnya, mobil angel sudah terparkir di depan sebuah rumah sakit. Gedungnya megah, dan sekitarnya juga asri sekali. Shilla melangkah mengikuti angel, namun masih dengan pikirannya. Ia terihat sangat takjub dengan apa yang dilihatnya. Terdengar dentingan benda jatuh, dan benar saja benda itu adalah kunci mobil angel. Ael menundukkan badannya. Dan shilla terus saja melangkah tanpa memperhatikan ada atau tidak orang di depannya. Dan alhasil, ia pun menabrak seseorang. “awww,,” rintihnya Angel mendongakkan kepalanya. Dan setelahnya ia buru-buru megangkat tubuhnya keatas. “ Mianhae Alvin oppa” ucap angel. Shilla hanya terdiam. Ia terus saja memperhatikan dua orang yang sekarang tepat didepannya. Muluitnya sedikit terbuka, persisnya shilla seperti orang cengok. “ Agashi?” ucap laki-laki di depannya sembari mwngibaskan tangannya di depan wajah shilla. Sontak shilla tersadar. Lantas ia tersenyum kaku. “ oppa, dimana steven oppa?” Tanya Angel. “ dia masih dirawat. Mau aku antar?” sahut Alvin. “ ne, kamsahamida oppa” Mereka bertiga pun melangkah bersama memasuki rumah sakit. Mereka berhentiu di ujung koridor rumah sakit, di depan kamar bernomor 23B. Alvin pun membuka pintu ruangan itu tanpa meminta izin. Sesaat setelahnya, tampak seseorang yang sedang berbaring di depan kamar itu. “ steven oppa?” ucap angel sembari berlari kecil dan memeluk orang yang di maksudnya. “ bogosipo oppa” ucap angel lagi. Orang yang di peluk angel sedikit kaget karena ulahnya. Ia pun membalikkan badannya menghadap angel. Ia tersenyum menatap pucuk kepala angel yang sekarang berada di atas perutnya. “agashi, aku baik-baik saja” “ aku kangen oppa. Sudah lama tidak melihat oppa” Suasana di dalam membuat shilla sedikit risih. Ia menghela nafas. Adegan antara angel dan steven oppa membuatnya mengingat masa lalunya yang dulu saat bersama mantan kekasihnya, cakka. Karena jenuh, ia mengubek-ubek tas yang di bawanya. Sesaat setelahnya di tangannya sudah tergeletak i-pad miliknya. Ia menekan beberapa tombol, yang kemudian ketikannya berbuah menjadi sebuah kalimat, dan setelahnya ia mengirimkannya kepada seseorang. Layar I-padnya berkedip. “why sister? Any problem?” kalimat itu tertera di layar i-padnya. “huhuhu,,, aku galau zahra,, aku galau.” Layar i-padnya berkedip lagi. “ kenapa?” “ angel dan pacarnya mesra sekali. Aku iri, jadi inget,,,,,,” “ shilla, I ngat dia masa lalu. Oh ayolah, come on” Saat masih asyik dengan kegiatannya, tiba-tiba suara deheman seseorang menusuk telingannya. Nah loh, siapa tuh? To be continued Tinggalkan jejak jika membacanya. Mohon saran dan kritik. @widariHasnita

Kamis, 15 November 2012

Love in Seoul bg 1

“hah,,,,” Gadis itu mendesah tertahan. Melepas beban berat yang ada didalam hati. Walau sebenarnya mendesah bukanlah pilihan yang tepat, namun setidaknya itu lebih baik untuk gadis itu saat ini. Di ambilnya benda berwarna coklat yang tergantung di pundak kanannya. Di aduk-aduknya isi benda itu. Dan ia mendapatkan benda yang mungkin sedang dicarinya. Dan setelahnya ia menekan tombol-tombol benda itu. Sejenak setelahnya, terdengar bunyi yang cukup keras. “perasaanku, yang terlanjur sudah Tersimpan dalam hatiku,,, tak begitu saja,, Dapat terhapuskan meski Kau dengan mudahnya dapat pengganti diriku,,,” Mulutnya sibuk mengikuti alunan dari setiap bait lagu itu. Setidaknya, mungkin hanya lagu itu yang bisa menggambarkan tentang perasaan hatinya. Di tatapnya dengan nanar layar I-phonenya. Namun setelahnya ia mendesah pasrah. Lantas beberapa detik kemudian, ia menangis terisak. Apa mungkin itu karena pengaruh lagu itu? Hmm,, entahlah. Ia sibuk bergumam, sambil sesekali menyeka air yang masih saja mengalir di kedua pipi putihnya itu. “ andai aku bisa menyampaikan rasa di hatiku padamu, aku akan menyampaikannya. Dengan segera malah. Namun itu tak mungkin aku lakukan. “ Alih- alih selanjutnya kejadian yang beberapa hari lalu di rasakan gadis ini kembali membuat air matanya mengalir semakin deras. “ kau memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita. Tanpa ku tahu apa salah dan dosa ku padamu. Tanpa rasa bersalah, kau dengan gamblangnya mengungkapkan maksudmu itu. Tanpa pernah kau bayangkan bagaimana rasanya aku “ Lagi dan lagi gadis itu bergumam. Dan gumamannya sangat pilu sekali. Ya, laki-laki yang sudah 2 tahun menjalin hubungan dengannya, tiba-tiba saja memutuskannya tanpa alasan yang jelas. Malah, laki-laki itu sama sekali tak merasa berdosa. Berjalan di depan matanya dengan seorang gadis, yang ia tahu betul siapa gadis itu. “ kenapa? Oh tuhan, sepahit ini kah kisah cintaku?” sesalnya. Alih-alih ia menangis, lagu itu tanpa teras telah berakhir. Dan gadis itu perlahan melangkah dengan gontai meninggalkan tempatnya sekarang. Ia melangkah dengan pasti memasuki rumah di ujung gang. Dan setelahnya suara seseorang menyerukan namanya, dan mau tak mau ia harus menoleh. “ ini tiket apa?” suara itu mulai menggema. “ tiket untuk terbang ke seoul” ucanya lemah. Orang yang memiliki suara tadi segera terbelalak saat mendengar jawaban gadis itu. “ kau tak bercanda ingin pergi ke seoul kan shill?” “ aku serius, Zahra. Aku tak pernah bermain-main dengan apa yang sudah aku putuskan” “ tapi jika kau ingin melupakan masalahmu, tak harus dengan meninggalkan Indonesia kan?” Sesaat shilla mendesah, lantas melangkah ke sebuah sofa panjang di ruang tamu. Dan langkahnya di ikuti pula oleh Zahra. “ tekadku sudah bulat, ra. Kau tahu kan bagaimana rasanya aku?” gumamnya, dan sekali lagi air bening itu mengalir begitu saja. “ ttt,,,ttaapiii,,,,” Tanpa menjawab, shilla melangkah meninggalkan Zahra yang masih dengan pikirannya. Zahra pun menghela napas pasrah. Tak akan mungkin ia bisa mencegah saudaranya itu. Keinginannya sudah terlampau serius. ♣ Pagi pun telah menampakkan keagungannya. Dan shilla, gadis itu tampak berbenah diri. Sambil sesekali ia melirik pada foto di sudut kamarnya. “ aku harus meninggalkan mu, wahai kenangan” lantas setelahnya, ia membuang foto itu tepat ke tong sampah. Suara ketukan pintu pun terdengar dengan sangat jelas di telingannya. “ kau yakin” Tanya suara itu lemah. Shilla berjalan menghampiri gadis yang sekarang berada di ambang pintu kamarnya. “ ra, ini keputusanku. Dan ku rasa aku bisa memulai kebahagianku di Negara yang selalu di bilang romantis itu” jelas shilla. Zahra menarik napas perlahan, lantas setelahnya ia menghembuskannya.“ baiklah, jika keputusanmu sudah bulat. Aku akan ikut mengantarmu kebandara” ♣ Dua gadis itu kini sudah berada di bandara soekarno-hatta. Zahra dengan ragu melepas kepergian kakak perempuan satu-satunya itu. “ hati-hati ya, shilla. Get your love there. Good bye sister.” Ucap Zahra, namun mampu membuat suasana itu menjadi mengharukan. “ thanks, baby. Love you” Lantas setelahnya shilla melangkah sambil menyeret koper coklat miliknya. Sedang Zahra masih tetap di tempatnya sambil seselai melambaikan tangan. “ good bye sister.semoga kau mendapatkan kebahagiaanmu disana.” ♣ Sekarang, shilla sudah berada di dalam pesawat. Perjalannan selama 7 jam Indonesia-korea mungkin akan menyita waktunya. Dan tentunya itu akan melelahkan. Shilla menyumpalkan earphone ke kedua telingannya. Lantas setelahnya, matanya mulai terpejam. Kini, pesawat yang di tumpanginya telah mendarat dengan selamat. Dan tugas shilla sekarang adalah mencari alamat Angel, sepupunya yang 2 tahun lalu pindah ke Negara ini. Shilla merogo saku jacketnya. Lantas setelahnya ia memegang sebuah kertas yang merupakan alamat dari saudaranya itu. Shilla melangkah dengan terburu-buru. Tanpa ia sadar ada orang didepannya. Dan alhasil, ia dan orang itu pun bertabrakan. “mianhae” ucap orang yang di tabraknya tadi. Shilla yang mengerti sedikit bahasa itu pun hanya menganguk. Lantas setelahnya ia kembali melanjutkan jalannya. Dan sebelumnya ia sudah sempat melihat wajah orang yang ditabraknya tadi. Tepatnya mereka berdua sempat bertemu pandang.

Alih-alih selanjutnya, shilla kini sudah berada di depan sebuah rumah. Lantas sesekali ia menoleh pada kertas yang kini berada di tangan kanannya. Shilla pun mengetuk pintu rumah itu. Dan sesaat setelahnya muncul pemilik rumah itu. “ shilla? Ayo masuk” ucap pemilik rumah itu ramah. Aduh, aku buat cerbung aja yey. Semoga banyak yang suka.

Template by:

Free Blog Templates